INTERMEZO
Jangan Kerja Terus, Kalau 5 Gejala Ini Mulai Kamu Rasakan, Saatnya Kamu Rehat
Jangan Kerja Terus, Kalau 5 Gejala Ini Mulai Kamu Rasakan, Saatnya Kamu Rehat

Bekerja keras boleh saja, namun jangan lupa bahwa segala yang berlebihan itu juga tidak baik. Seringkali seseorang bekerja keras setengah mati ketika ia memiliki tujuan atau keinginan yang ingin dicapai sehingga semangat kerjanya tinggi. Ada pula yang meskipun merasa lelah, namun demi tuntutan yang harus terpenuhi yang dia pikirkan hanya pekerjaan.

Yang parahnya adalah ketika seseorang fokus untuk bekerja keras, ia lupa bahwa ada aspek kehidupan lainnya yang perlu diseimbangkan. Mulai dari kesehatan hingga hubungan bersama keluarga. Seringkali orang lupa bahwa bekerja bukan hanya tentang dirinya dengan perusahaan, namun juga melibatkan hampir semua bagian dari dalam dan luar dirinya.

Bekerja keras membutuhkan jeda.  Bahkan mesin secanggih apapun ketika dipaksa bekerja terus menerus, ia bisa overheating dan secara perlahan merusak banyak elemen didalam mesinnya. Ia perlu dirawat, diperiksa dan diperbaiki secara berkala, dengan begitu ia bisa berfungsi lebih lama.

Begitupun Anda, sekuat apapun Anda saat ini ada kalanya Anda butuh rehat, agar tubuh dan pikiran tetap sehat. Berhenti sejenak dari rutinitas, ambil cuti dan lakukanlah hal yang membuat Anda kembali bersemangat. Entah itu berlibur, berkumpul bersama keluarga, atau bahkan sekedar bermalas-malasan seharian di dalam rumah. Jika itu bisa merefresh tubuh dan pikiran Anda, lakukanlah.

Namun pertanyaan selanjutnya kapan sebaiknya Anda mengambil rehat dan cuti dari pekerjaan?. Hal itu bisa Anda ketahui dengan menjawab, apakah gejala-gejala dibawah ini mulai Anda rasakan?.

1. Mudah Lelah Saat Bekerja

“Jangan Berhenti Ketika Anda Lelah, Berhentilah Karena Anda Sudah Selesai. Seperti itulah kutipan quotes dari seorang motivator yang kalau ditelan mentah-mentah, nasihat ini malah bisa menjerumuskan seseorang ke pilihan yang salah. Secara makna maksud dari nasihat ini tentu baik, yakni ketika kita memiliki sebuah tujuan, maka jangan pernah menyerah sampai tujuan tersebut tercapai.

Namun dalam penerapannya dalam pekerjaan, tentu hal ini tidak bisa diartikan demikian. Ketika Anda merasa lelah lalu memaksakan diri untuk bekerja. Bukan saja bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda, namun juga bagi pekerjaan yang sedang Anda lakukan. Sehingga selain beresiko tumbang, hasil kerja Anda juga tidak maksimal.

Apakah saat ini Anda mulai merasakan bahwa kinerja menurun karena tenaga berkurang, mudah capek, fokus dan inisiatif berkurang? Itu artinya Anda butuh rehat.

 

2. Sering Moodie Atau Labil Emosi

Gejala lainnya ketika tubuh dan pikiran mulai lelah dan membutuhkan rehat, adalah munculnya sikap moodie atau berubah ubah suasana hati. Kadang semangat, kadang malas-malasan, mudah tersinggung dan berpikir egois. Dan yang paling parah adalah ketika kita sampai tidak bisa mengatur prioritas pekerjaan dan menghabiskan waktu untuk hal yang tidak perlu.

Misalkan menjadi orang yang sangat memperhatikan detail hingga harus berjam-jam lamanya merevisi pekerjaan hingga sempurna. Berselancar di internet tanpa tujuan yang jelas, adalah contoh paling real ketika seseorang menghabiskan waktu untuk hal yang tidak perlu.

Inilah salah satu bukti bahwa ketika pikirna dan tubuh lelah namun tetap dipaksakan, hal yang dikerjakan pun tidak akan maksimal. Jadi daripada mengerjakan suatu hal yang percuma atau bahkan merusak pekerjaan atau malah kinerja tim. Ambil cuti, berliburlah.

 


Baca Juga :

5 Langkah Menjadi Orang Yang Disukai di Tempat Kerja

Tips Jago Public Speaking Untuk Karyawan Introvert


 

3. Mulai Sulit Berkonsentrasi Pada Pekerjaan

Selarasnya antara tubuh dan pikiran akan sangat mempengaruhi hasil kerja seseorang. Ketika tubuhnya hadir di kantor namun pikirannya terbang entah kemana, hasil kerjanya pun seadanya. Berkonsentrasi penuh pada pekerjaan hanya bisa dilakukan ketika tubuh dan pikiran kita sejalan.

Hal ini bisa diakibatkan tubuh yang lelah dan stress sehingga kemudian otak kita sulit untuk memfokuskan pikiran pada suatu hal. Bisa juga karena kita memiliki hal lain di luar pekerjaan yang sedang menganggu pikiran. Solusi keduanya bisa sama, yakni beristirahatlah dari pekerjaan dan selesaikan urusan Anda itu.

 

4. Muncul Rasa Bosan dan Benci Terhadap Pekerjaan

Sesuka apapun Anda pada pakerjaan saat ini, akan datang saatnya dimana Anda merasa bosan dengan rutinitas yang dijalani. Jenuh saat mengerjakan hal yang sama secara terus menerus merupakan hal yang wajar dialami oleh manusia. Maka yang perlu kita lakukan hanyalah mengobatinya.

Dalam intensitas yang wajar, weekend atau hari libur bisa cukup mengobati kebosanan. Tapi ketika rasa bosan ini sudah mencapai ubun-ubun, tak jarang mulai tumbuh rasa benci terhadap pekerjaan. Keluh kesah dan bahkan caci maki terhadap apa yang dilakukan mungkin sudah menggumpal dalam hati tanpa berita dikeluarkan. Karena jika Anda pikir lagi, bagaimanapun itu adalah pekerjaan yang sudah kita pilih dan kita bertanggungjawab atas pilihan tersebut.

Kebencian itu seringkali bukanlah rasa benci yang sebenarnya, ia hanya semacam pemberontakan psikis dari tubuh dan pikiran kita karena merasa sudah begitu lelah dan bosan melakukan hal yang sama terus menerus. Rasa benci dan bosan ini biasanya akan hilang dan berubah menjadi rindu, ketika kita berhenti sejenak dan keluar dari rutinitas pekerjaan untuk sementara waktu.

 

5. Mulai Mengalami Masalah Tidur

Tahukah Anda, sekitar 40 juta masyarakat di Amerika mengalami insomnia. Padahal mereka memiliki kegiatan sehari-hari yang aktif dan melelahkan. Seringkali kita berpikir tubuh dan pikiran yang lelah akan membuat kita bisa tertidur dengan lelap. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, kita malah sulit untuk tertidur awal. Jika pun tidur lebih awal, kita akan terbangun di tengah malam.

Apakah Anda juga merasakan gejala diatas?. Hal tersebut bisa dipicu oleh banyak hal, terutama ketika pikiran kita yang masih bekerja memikirkan sisa pekerjaan yang belum diselesaikan, masalah atau konflik di kantor dan lain sebagainya.

Jika sudah begini, cepat selesaikan masalah Anda dan sebelum datang masalah baru beristirahatlah sejenak. Ambil jatah cuti kemudian berlibur bersama orang terkasih bisa jadi solusi untuk Anda coba.

 

6. Kurang Kreatif dan Sulit Mencari Ide Baru

Rutinitas Kadang Membunuh Kreativitas. Dikurung oleh tembok dingin perkantoran, hanya ada computer dan teman kerja yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Meski kadang masih ada poster pajangan di dinding dengan quotes penyemangat yang menyuntikan semangat untuk berpikir kreatif. Sisanya, kita berharap bahwa dengan menjelajah di internet kita menemukan ide atau pun solusi yang dibutuhkan dalam pekerjaan.

Namun selalu akan tiba waktunya, ketika semua hal itu tidak lagi membantu kita untuk berpikir kreatif, menemukan ide ataupun solusi baru. Jika saat ini Anda merasakan gejala seperti ini, itu artinya  sekarang adalah waktu yang tepat, untuk mengajukan cuti ataupun izin untuk rehat sejenak dan keluar dari rutinitas biasanya.

Itulah 6 gejalanya, sekarang pilihan di tangan Anda. Berhenti sejenak untuk kembali bekerja dengan lebih baik atau memaksakan diri meneruskan pekerjaan dengan sisa tenaga yang ada?. Semoga sukses.